Apa Itu Solend?
Solend adalah protokol lending dan borrowing terdesentralisasi yang dibangun di Solana. Kamu bisa deposit token sebagai collateral untuk mendapat bunga, dan borrow token lain tanpa perantara. Solend berjalan lewat smart contracts yang secara otomatis menegakkan persyaratan collateral dan proses likuidasi.
Cara Kerja Solend
Pengguna deposit token yang didukung ke lending pool Solend. Deposit ini menghasilkan bunga yang dibayar oleh para borrower. Borrower wajib menyetor collateral senilai lebih dari jumlah yang dipinjam (overcollateralized loans). Setiap token punya rasio loan-to-value (LTV) yang menentukan berapa banyak yang bisa dipinjam berdasarkan nilainya. Kalau nilai collateral turun di bawah ambang likuidasi, biasanya karena penurunan harga, likuidator Solend otomatis membayar sebagian pinjaman dan mengambil collateral dengan diskon untuk menjaga kesehatan pool.
Use Case Solend
Use case utama adalah leverage long position: user deposit SOL, borrow USDC, lalu beli lebih banyak SOL untuk memperbesar eksposur tanpa harus menjual aset. Penggunaan umum lainnya adalah mengakses liquidity tanpa memicu kewajiban pajak: borrow terhadap posisi token memberi akses ke nilai aset seperti uang tunai. Short selling juga bisa dilakukan dengan borrow token lalu menjualnya, kemudian membeli kembali di harga lebih rendah untuk melunasi pinjaman. Ketiga strategi ini berisiko likuidasi kalau nilai collateral bergerak berlawanan dengan posisi kamu.
SLND Token dan Governance
SLND adalah governance token Solend. Holder bisa voting soal parameter protokol, termasuk aset yang didukung, rasio LTV, borrow rate, dan struktur fee. Governance proposal diajukan on-chain, dan bobot voting proporsional dengan jumlah SLND yang dipegang atau didelegasikan. Sebagian pendapatan fee protokol disalurkan ke treasury yang dikelola oleh holder SLND. Governance SLND masuk dalam kategori yang lebih luas, yaitu governance protokol DeFi, di mana token holder mengelola parameter risiko secara kolektif tanpa otoritas terpusat.
FAQ
Solend adalah protokol lending terdesentralisasi di Solana. Pengguna bisa deposit token untuk mendapat bunga atau borrow token dengan collateral. Semua posisi dan proses likuidasi dikelola oleh smart contracts.
Deposit token yang didukung sebagai collateral. Berdasarkan rasio LTV token, kamu bisa borrow hingga persentase tertentu dari nilai collateral. Kalau nilai collateral turun di bawah ambang likuidasi, posisi kamu akan dilikuidasi sebagian secara otomatis.
Kalau nilai collateral kamu turun di bawah ambang likuidasi, likuidator akan membayar sebagian pinjamanmu dan menerima collateral kamu dengan diskon. Ini menurunkan rasio loan-to-value kamu dan memulihkan kesehatan posisi, tapi kamu kehilangan sebagian collateral.
SLND adalah governance token Solend. Dengan token ini, holder bisa voting soal parameter protokol seperti aset yang didukung, model suku bunga, dan alokasi fee.
Ungguli Kompetitor Kamu?
Gabung Newsletter kami dan dapatkan berita Blockchain mingguan yang dirancang khusus untuk web3 builders.





