Memahami Bots dan Whale di Ethereum: Panduan Awal
Bots bisa mengotomatiskan trading dan aktivitas lain, sementara whale punya kekuatan untuk menggerakkan harga market secara signifikan karena holding mereka yang besar.
Di artikel ini, saya akan menjelaskan peran, manfaat, dan ancaman dari para pelaku ini, lalu memberi solusi agar kamu bisa melindungi token dari mereka tanpa perlu coding.
Kalau tujuanmu adalah menerapkan mekanisme anti-bot dan anti-whale, kami sarankan kamu membaca artikel khusus kami tentang topik itu.
Bagi creator dan admin token, bots dan whale adalah dua faktor yang bisa memengaruhi performa token tersebut.
Lewat otomatisasi, bot bisa meningkatkan efisiensi, tetapi juga membawa risiko manipulasi pasar.
Whale, lewat strategi holding mereka, bisa mengubah arah tren pasar.
Kita bahas satu per satu.
Apa Itu Bot di Ethereum?
Bot di Ethereum adalah program otomatis yang dirancang untuk berinteraksi dengan blockchain dan menjalankan berbagai tugas. Tugasnya bisa sesederhana mengirim transaksi, sampai strategi trading yang kompleks.
Bot bisa mengeksekusi transaksi, mengelola aset, bahkan ikut arbitrase, semuanya tanpa campur tangan manusia. Banyak di antaranya sebenarnya hanya script yang bisa dijalankan dan tetap perlu dipantau.
Jenis-Jenis Bot di Ethereum
Di bawah ini, saya akan menyebutkan kelompok bot paling populer yang kemungkinan besar sudah pernah kamu dengar. Tapi kalau kamu ingin tahu semua jenis bot yang ditemukan di jaringan, kami sarankan cek panduan klasifikasi bot di Ethereum kami.
- Bots Arbitrage: Bot ini memanfaatkan selisih harga di berbagai exchange. Misalnya, jika Ethereum harganya lebih rendah di satu exchange dibanding exchange lain, bot akan membeli di harga lebih rendah lalu menjual di harga lebih tinggi, mengambil profit dari selisihnya.
- Bots Market Making: Bot ini menyediakan liquidity ke market dengan memasang order beli dan jual. Profitnya berasal dari bid-ask spread, yaitu selisih antara harga beli dan harga jual.
- Bots Sniper: Bot sniper membeli token yang baru listing di decentralized exchange (DEX) dengan sangat cepat, sebelum trader manusia sempat bereaksi. Bot ini memantau blockchain untuk mendeteksi listing token baru dan mengeksekusi pembelian hampir seketika.
- Bots MEV (Maximum Extractable Value): Bot MEV adalah tool canggih yang mengeksploitasi inefisiensi di blockchain Ethereum. Bot ini menjalankan front-running, back-running, dan sandwich attacks untuk memaksimalkan profit dari urutan transaksi.
Cara Kerja Bots di Ethereum
Bot di Ethereum berjalan berdasarkan aturan dan algoritma yang sudah ditentukan. Bot berinteraksi dengan blockchain menggunakan smart contract dan API untuk memantau kondisi market serta mengeksekusi transaksi. Berikut gambaran lebih detail tentang mekanisme operasionalnya:
- Integrasi API: Bot terhubung ke exchange melalui API untuk mengakses data market dan mengeksekusi transaksi.
- Smart Contract: Bot menggunakan smart contract untuk mengotomatiskan strategi trading dan memastikan transaksi dijalankan sesuai aturan yang sudah ditetapkan.
- Trading Algorítmico: Bots menjalankan algoritma kompleks untuk membaca tren market, menemukan peluang trading, dan mengeksekusi transaksi di momen paling optimal.
Pengaruh Bots Saat Ini
Saat ini, bots rata-rata memengaruhi volume transaksi sebesar US$ 20.000 millones per bulan di jaringan Ethereum, menurut eigen.phi di web mereka.
Volume terbesar dikuasai oleh sandwich-style bots dengan US$ 17.700 millones. Meski menyumbang hampir 90% dari volume transaksi, porsi mereka dalam profit turun cukup tajam.
Sebagian besar profit datang dari MEV bots, yaitu US$ 5 millones dibanding US$ 1.5 millones dari sandwich. Dengan jumlah transaksi yang lebih kecil, MEV bots justru menghasilkan gain yang lebih besar.
Peran Whales di Ethereum
Whales adalah individu atau entitas yang memegang Ethereum dalam jumlah besar. Kepemilikan besar ini membuat mereka bisa memengaruhi harga market lewat aktivitas trading mereka.
Ciri-Ciri Perilaku Whales
- Dampak ke Market: Saat whale melakukan transaksi besar, harga bisa bergerak cukup ekstrem. Whale yang menjual Ethereum dalam jumlah besar bisa menekan harga turun, sementara pembelian besar bisa mendorong harga naik.
- Gerakan Strategis: Whale sering trading dengan pola tertentu. Mereka bisa mengakumulasi Ethereum secara bertahap, lalu menjualnya saat harga sedang di puncak. Dengan membaca pola ini, trader kecil bisa mengantisipasi arah market berikutnya.
- Penyediaan Liquidity: Whale sering menyediakan liquidity ke market, sehingga trader lain bisa membeli dan menjual Ethereum tanpa memicu perubahan harga yang terlalu besar.
Menganalisis Perilaku Whale
Untuk memprediksi dan memahami pergerakan whale, trader biasanya memakai tools dan teknik seperti:
- Analisis On-Chain: Melacak transaksi besar dan aktivitas wallet di blockchain.
- Analisis Sentimen Market: Menilai mood market secara umum lewat social media dan tren berita.
- Pola Historis: Mempelajari data historis untuk menemukan pola dan perilaku trading yang berulang.


Relasi antara Bot dan Whale
Bot, dengan kecepatan dan efisiensinya, kadang bisa menahan pengaruh whale dengan merespons perubahan market secara cepat. Di sisi lain, whale juga bisa menjalankan bot canggih untuk mengelola kepemilikan besar mereka dengan lebih efektif.
Tools Anti-Bot dan Anti-Whale
Untuk mengurangi pengaruh bot dan whale, terutama saat launch token atau aktivitas trading, developer dan creator token bisa menerapkan mekanisme anti-bot dan anti-whale. Smithii menyediakan tools anti-bots dan anti-whales yang dirancang untuk menangani tantangan ini secara efektif.
Smithii adalah salah satu dari sedikit software di market yang menawarkan solusi anti-bots dan anti-whales tanpa perlu coding:
- Untuk Whale: kamu bisa menemukannya di bagian token manager pada anti-whales.
- Batas Jumlah per Trade: Fitur ini menetapkan batas maksimum jumlah token yang bisa diperdagangkan dalam satu transaksi, sehingga mencegah trade besar yang dapat mengganggu market.
- Límite de Cantidad por Bloque: Esto restringe la cantidad total de tokens que se pueden comerciar dentro de un solo bloque, asegurando que ninguna entidad pueda monopolizar la actividad de trading dentro de ese bloque.
- Untuk Bots: kamu bisa menemukannya di bagian token manager pada anti-bots.
- Batas Waktu per Trade: Ini menetapkan jeda waktu minimum antartransaksi, sehingga trading bots frekuensi tinggi jadi kurang efektif.
- Número de Bloque para Deshabilitar Anti-Bots: Esto permite a los creadores de tokens establecer números de bloque específicos donde las medidas anti-bot se deshabilitan temporalmente, facilitando un trading justo durante eventos críticos como lanzamientos de tokens.
Block yang Diperkirakan vs Block Aktual Karena Bots

Di blockchain Ethereum, urutan dan komposisi block bisa dipengaruhi oleh aktivitas bots. Selisih antara block yang diperkirakan dan block aktual akibat aktivitas bots ini penting untuk memahami dinamika blockchain.
Kamu bisa mengecek info ini dengan mengklik sebuah block di mempool.
Cara Bots Memengaruhi Komposisi Block
Bots mengubah block dengan cara berikut:
- Front-Running: Bots bisa mendeteksi transaksi lalu mendahuluinya dengan membayar gas fees lebih tinggi agar transaksi mereka diprioritaskan, sehingga urutan transaksi yang seharusnya masuk dalam satu block bisa berubah.
- Serangan Sandwich: Bots mengeksekusi order beli sebelum transaksi besar, lalu order jual tepat setelahnya, untuk mengambil profit dari pergerakan harga yang dipicu oleh transaksi besar tersebut.
- Pengelompokan Transaksi: Bots dapat menggabungkan beberapa transaksi kecil untuk memanipulasi harga gas atau menjalankan transaksi strategis, yang pada akhirnya memengaruhi komposisi final sebuah block.
Penggunaan Bots oleh Validator Block
Validator block, terutama dalam sistem Proof of Stake (PoS) seperti Ethereum, bisa memakai bots untuk meningkatkan profit dan efisiensi mereka.
Strategi yang Dipakai Validator
Sebagai bagian dari mekanisme konsensus PoS, validator bertugas memverifikasi block baru dan menambahkannya ke chain untuk mendapatkan reward. Dalam prosesnya, ya, mereka memakai bots dan pada dasarnya mencoba melakukan hal-hal berikut:
- Eksploitasi MEV: Validator dapat menjalankan MEV bots untuk menangkap value tambahan dengan mengatur urutan transaksi secara strategis di dalam block yang mereka validasi.
- Optimasi Gas: Bots bisa dipakai untuk mengelola harga gas secara efisien, sehingga validators dapat memaksimalkan return dari biaya transaksi.
- Peluang Arbitraj: Validators bisa memakai bots untuk menemukan dan mengeksekusi peluang arbitraj di berbagai DEX, sehingga profitabilitas mereka meningkat.
Pertimbangan Etis
Meski penggunaan bots oleh validators bisa meningkatkan efisiensi dan profitabilitas, praktik ini juga memunculkan isu etis soal fairness dan manipulasi market. Pada akhirnya, validators sendiri yang menentukan sejauh mana mereka rela mengorbankan integritas ekosistem.
Bagaimanapun, bots tetap menjadi bagian penting dari ekosistem, sama seperti whale yang juga bisa membantu banyak proyek.
Kesimpulan
Bots memberi otomatisasi dan efisiensi, tetapi juga bisa mengintai token baru; sementara whale membawa volatilitas besar ke market. Dengan memanfaatkan tools seperti yang ditawarkan oleh Smithii, kamu bisa memilih untuk menghindari aksi dari keduanya.
Mau Ungguli Kompetitormu?
Gabung ke Newsletter kami dan dapatkan update mingguan seputar Blockchain yang dibuat khusus untuk kreator NFT.




