6 Alternatif Metamask di 2025
Tidak bisa dipungkiri, Metamask adalah wallet yang paling banyak dipakai di ekosistem ini. Tapi sering kali UI-nya kurang nyaman atau terasa lambat.
Berikut ini saya akan tunjukkan alternatif terbaik untuk Metamask di base berdasarkan pengalaman kami menggunakannya sepanjang tahun ini. Selain itu, kalau kamu butuh cold wallets, saya juga sertakan 3 pilihan terbaik supaya kamu bisa menentukan sendiri.
Top 3 Hot Wallets
Berikut 3 alternatif terbaik untuk metamask menurut kami:
Trust Wallet

Poin pertama dari wallet ini ada di interface-nya. UI-nya memang termasuk salah satu yang paling intuitif di market.
Kelebihan lain adalah kompatibilitas wallet yang luas. Trust Wallet mendukung lebih dari 70 blockchain dan lebih dari 9 juta aset, sehingga pengguna bisa mengelola berbagai cryptocurrency dari satu platform.
Dari sisi keamanan, Trust Wallet bersifat open source dan tidak menyimpan private key di server terpusat, sehingga pengguna punya kontrol penuh atas aset mereka. Karena wallet bersifat terdesentralisasi, pengguna menjadi satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas private key mereka.
Salah satu kekurangan yang sering disorot pengguna adalah gas fees, terutama di jaringan Ethereum. Biayanya bisa tinggi dan memengaruhi total biaya transaksi. Meski wallet memungkinkan pengguna mengatur network fees, biayanya tetap bisa terlalu mahal bagi sebagian pengguna.
Terakhir, untuk pembelian di dalam aplikasi, Trust Wallet mengenakan biaya tambahan 1% di atas biaya dari exchange pihak ketiga, kecuali pengguna memiliki minimal 100 token native Trust Wallet (TWT).
- Menonjol: Populer karena akses Web3 dan DeFi tanpa banyak batasan, dengan pengalaman penggunaan yang sangat mudah.
- Positif: Mendukung banyak cryptocurrency dan mudah dipakai tanpa KYC.
- Negatif: Sistem pembelian di wallet agak ribet. Meski belakangan mereka sudah mulai memperbaikinya.
MyEtherWallet (MEW)
MyEtherWallet (MEW) juga open source dan termasuk salah satu wallet Ethereum paling lama serta paling tepercaya, dikenal karena fleksibilitasnya dan kemampuannya mengelola aset digital.
Selain mudah digunakan, MEW punya kompatibilitas tinggi dengan hardware wallet seperti Ledger dan Trezor, sehingga ada lapisan keamanan tambahan karena crypto bisa dikelola tanpa harus terus terhubung ke internet.
MEW juga memungkinkan pembuatan paper wallets dan menyediakan beberapa cara untuk mengakses wallet, termasuk private key, key store file, dan mnemonic phrase. Kemampuan untuk berinteraksi dengan smart contract serta memakai testnet Ethereum seperti Ropsten menjadi fitur tambahan yang sangat berguna bagi developer.
Meski punya banyak keunggulan, sebagian pengguna menilai interface-nya bisa terasa rumit bagi yang belum punya pengalaman di dunia cryptocurrency. Ada juga kekhawatiran soal transaction fees dan gas fees Ethereum yang tinggi, yang bisa menjadi batasan bagi sebagian pengguna.
- Pembeda: MyEtherWallet menonjol sebagai salah satu wallet Ethereum pertama dan paling tepercaya, dengan rangkaian fitur yang luas serta update rutin yang menjaga relevansi dan keamanannya.
- Positif: Ini wallet yang sudah sangat lama ada dan punya reputasi kuat di market.
- Negatif: Dukungan untuk L2 makin banyak, tapi tetap saja masih ada yang belum tersedia.
Exodus Wallet
Namun, Exodus adalah wallet autocustodial, sehingga pengguna punya kontrol penuh atas private key. Banyak orang menghargai fitur ini karena memberi lapisan keamanan dan privasi ekstra.
Salah satu masalah Exodus adalah kurangnya kejelasan soal biaya swap. Beberapa pengguna menyebut biaya untuk swap langsung di dalam wallet bisa tiba-tiba tinggi dan tidak selalu dijelaskan dengan jelas sebelum transaksi. Akibatnya, sebagian pengguna mengalami kerugian dan mulai mempertanyakan transparansi Exodus.
Untuk customer support, meski dipromosikan tersedia 24 jam, praktiknya tidak selalu sesuai janji. Sebagian pengguna memuji respons yang cepat dan efisien, sementara yang lain mengalami pengalaman buruk karena balasan lambat atau solusi yang tidak efektif.
- Pembeda: Dikenal dengan antarmuka pengguna yang intuitif, sehingga pengelolaan banyak aset crypto jadi lebih sederhana.
- Positif: Menyediakan layanan on-ramping untuk membeli aset dengan kartu kredit atau debit.
- Negatif: Ada slippage yang tinggi antara pembelian dan penjualan token di dalam app.
Top 3 Cold Wallet Terbaik
Berikut 3 cold wallet terbaik yang bisa kamu pakai sebagai alternatif:
Ledger Nano X
Salah satu keunggulan utama Ledger Wallet adalah keamanan yang kuat. Perangkat Ledger seperti Ledger Nano S dan Ledger Nano X memakai teknologi smart card untuk memberikan perlindungan optimal bagi aset kamu.
Banyak pengguna juga menilai perangkat Ledger mudah dipakai. Meski tingkat keamanannya tinggi, perangkat ini relatif mudah dikonfigurasi dan digunakan.
Satu hal yang sering muncul dalam ulasan negatif adalah rasa frustrasi terhadap layanan customer support. Beberapa pengguna melaporkan bahwa support bisa lambat merespons dan, dalam beberapa kasus, solusi yang diberikan tidak efektif.
Kekurangan lain ada pada pengelolaan transaksi swap. Beberapa pengguna melaporkan masalah pada biaya swap, dengan kasus di mana biaya awal yang ditampilkan jauh lebih rendah daripada biaya yang akhirnya dikenakan, sehingga menimbulkan kerugian finansial.
- Pembeda: Dikenal sebagai salah satu wallet paling aman berkat penyimpanan offline dan dukungan untuk banyak jenis cryptocurrency.
- Positif: Mendukung hampir semua network dan jadi yang paling banyak digunakan di market.
- Negatif: Ada selisih saat swap.
Trezor Wallet Model T
Dikembangkan oleh Satoshi Labs di Republik Ceko, Trezor Model T diluncurkan pada 2018 dan banyak diapresiasi karena interface-nya mudah digunakan serta security-nya solid. Wallet ini punya layar sentuh berwarna yang membuat navigasi dan pengelolaan aset jadi lebih praktis.
Device ini bisa disambungkan dengan aman ke komputer yang terinfeksi tanpa mengorbankan keamanan dana yang tersimpan. Selain itu, Trezor Model T bisa diintegrasikan dengan aplikasi pihak ketiga untuk mengelola transaksi NFT, karena saat ini transaksi seperti ini belum didukung langsung di aplikasi Trezor Suite.
Trezor Model T juga bisa digunakan sebagai password manager dan lapisan keamanan tambahan untuk autentikasi dua faktor (2FA), sehingga perlindungan terhadap akses tidak sah jadi lebih kuat. Fitur kartu microSD memberi lapisan security ekstra, karena device hanya bisa dibuka jika kartu yang dikenali sudah dimasukkan.
Meski Trezor Model T tidak punya aplikasi mobile dan harus digunakan dengan terhubung ke komputer atau ponsel Android, Trezor Suite tetap memberikan pengalaman pengguna yang mulus dan aman.
Meski punya banyak keunggulan, harga Trezor Model T yang tinggi bisa jadi penghalang bagi sebagian pengguna. Dengan harga sekitar 280 USD, perangkat ini jauh lebih mahal dibanding pendahulunya, Trezor One, dan beberapa kompetitor lain. Selain itu, penambahan dukungan untuk coin baru bisa berjalan lambat, yang cukup mengganggu bagi pengguna yang ingin mengelola lebih banyak jenis crypto dalam satu platform.
- Pembeda: Trezor Model T menonjol berkat keamanan yang lebih kuat dan layar sentuh berwarna yang membuat pengalaman pengguna jauh lebih nyaman.
- Positif: Menawarkan integrasi solid dengan banyak crypto dan interface yang ramah pengguna lewat Trezor Suite, ditambah fitur lanjutan seperti dukungan 2FA dan manajemen password.
- Negatif: Harganya paling tinggi dari ketiganya, dan selain itu hanya mendukung polygon sebagai L2.
SafePal S1
SafePal S1 adalah wallet crypto inovatif yang menggabungkan kemudahan dan keamanan dengan menawarkan solusi penyimpanan hot sekaligus cold. SafePal didukung oleh Binance Labs, sehingga menambah kredibilitas dan rasa percaya pengguna.
SafePal S1 menonjol sebagai solusi penyimpanan crypto “3 in 1”, dengan mobile app, ekstensi browser, dan hardware wallet. Fitur unik ini memberi pengguna kebebasan memilih mode penyimpanan yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka, tanpa mengorbankan keamanan.
Dari sisi keamanan, SafePal S1 menerapkan fitur lanjutan seperti sertifikasi EAL5+ dan mekanisme self-destruct. Sertifikasi EAL5+ memastikan wallet ini sudah melewati proses penetration testing yang ketat, sementara mekanisme self-destruct melindungi private key jika ada upaya manipulasi. Selain itu, SafePal tidak menyimpan private key pengguna, sehingga hanya pemiliknya yang memiliki akses.
Perangkat hardware SafePal S1 berukuran compact, dilengkapi layar dan panel tombol yang membuat navigasi terasa mudah sekaligus aman. Pengguna bisa melakukan transaksi, menjelajahi DeFi dan dApps, serta menyimpan NFTs tanpa koneksi internet, Bluetooth, atau NFC, sehingga keamanan perangkat meningkat signifikan. Selain itu, SafePal S1 tidak meminta input informasi pribadi (KYC), jadi level anonimitasnya tetap tinggi.
Dari sisi fungsi, SafePal mendukung lebih dari 54 blockchain serta ribuan coin dan token, sehingga pengguna bisa mengelola banyak jenis aset dari satu platform. SafePal juga menyediakan opsi membeli crypto dengan kartu kredit atau debit, serta melakukan swap dan trading Spot langsung dari wallet.
Meski punya banyak keunggulan, sebagian pengguna masih mempertanyakan keamanan perangkat ini karena harganya yang kompetitif, yaitu $49.99. Walaupun jauh lebih murah dibanding beberapa wallet hardware populer lainnya, SafePal S1 tetap mempertahankan standar keamanan tinggi yang sebanding dengan kompetitor yang lebih mahal.
- Pembeda: SafePal S1 menonjol karena fleksibel sebagai solusi penyimpanan “3 in 1”, mencakup aplikasi mobile, ekstensi browser, dan wallet hardware.
- Positif: Menggunakan fitur keamanan canggih seperti sertifikasi EAL5+ dan mekanisme self-destruct, sekaligus mendukung banyak crypto dan token.
- Negatif: Meski sistem keamanannya solid, sebagian pengguna masih ragu dengan reliabilitasnya karena harganya jauh lebih rendah dibanding wallet hardware lain.
Solana ha sido una de las blockchain que más ha crecido porcentualmente, tal vez deberías hechar un vistazo a cuales on las mejores wallets de solana
Mau unggul dari kompetitor?
Gabung ke Newsletter kami dan dapatkan update mingguan seputar Blockchain, khusus untuk kreator NFT.









